Memasuki Bundesliga
Di saat pembangunan Bundesliga di tahun 1963, Hertha ialah juara bertahan Berlin serta karena itu jadi anggota pertama liga nasional karieronal baru. Lepas dari penuntasan yang pasti dari zone kemunduran, team di turunkan sesudah musim 1964-65 sesudah usaha untuk menyogok pemain untuk bermain di kota di bawah apakah yang sudah jadi situasi yang benar-benar tidak membahagiakan sesudah pembangunan Tembok Berlin. Ini mengakibatkan kritis buat Bundesliga yang ingin, sebab fakta politik, untuk selalu mempunyai team yang sebagai wakil ibukota awalnya. Lewat beberapa rekayasa, ini mengakibatkan promo SC Tasmania 1900 Berlin, yang selanjutnya memberi performa terjelek dalam riwayat Bundesliga. Hertha sukses kembali pada liga penting Jerman di tahun 1968-1969 serta meningkatkan penganut yang kuat, membuatnya team favorite Berlin.
Tetapi Hertha kembali lagi tersentuh oleh skandal lewat keterkaitannya dengan klub-klub lain dalam skandal penataan laga Bundesliga tahun 1971. Dalam penyidikan penyelidikan peranan Hertha, tersingkap juga jika club itu mempunyai hutang 6 juta DM. Musibah keuangan dijauhi lewat pemasaran tanah sisa team.
Meski begitu, team terus nikmati ukuran kesuksesan yang adil di atas lapangan lewat tahun 1970-an dengan tempat ke-2 Bundesliga usai di belakang Borussia Mönchengladbach pada 1974-75, [16] performa semi-final di Piala UEFA 1978-79 , [16] serta dua performa di final DFB-Pokal (1977 serta 1979). [16] Musim selanjutnya lihat nasib team beralih bertambah lebih jelek sebab di turunkan ke 2. Bundesliga, [17] dimana dia akan habiskan 13 dari 17 musim selanjutnya.
Gagasan di tahun 1982 untuk merger dengan Tennis Borussia Berlin, SpVgg Blau-Weiß 1890 Berlin serta SCC Berlin untuk membuat team yang dengan cara kasar dikatakan sebagai "Utopia FC" belum pernah membawa hasil. [17] Hertha tergelincir serendah Amateur Oberliga Berlin tingkat ke-3, dimana dia habiskan dua musim (1986-87 serta 1987-88). [17] Dua putaran di Bundesliga (1982-83 [17] serta 1990-91) lihat team selekasnya terdegradasi sesudah performa jelek. Bagian amatir Hertha nikmati kesuksesan yang semakin besar, maju ke final DFB-Pokal di tahun 1993, dimana perjalanannya usai dengan kekalahan 0-1 di tangan faksi Bundesliga Bayer Leverkusen.
Sesudah jatuhnya Tembok Berlin, Hertha jadi bagian terkenal di Berlin Timur . 2 hari sesudah tembok roboh, 11.000 masyarakat Berlin Timur hadiri laga Hertha menantang SG Wattenscheid. [18] Pertemanan fans dengan Union Berlin bertumbuh, serta laga pertemanan di antara kedua-duanya menarik lebih dari pada 50.000 pemirsa.
Kesusahan keuangan satu kali lagi memberatkan club di tahun 1994, sebab mendapatkan sendiri 10 juta DM dalam utang. [18] Kritis itu kembali lagi dituntaskan lewat pemasaran pemilikan real estat di samping penandatanganan sponsor baru serta team manajemen. [19] Di tahun 1997, Hertha mendapatkan jalannya kembali pada Bundesliga, [19] dimana dia biasanya sukses finish di sepertiga atas tabel liga. Saat Hertha dipropagandakan pada 1997, itu akhiri kekeringan Berlin semasa enam tahun tanpa ada team Bundesliga, yang jadikan Bundesliga salah satu liga teratas di Eropa tanpa ada perwakilan dari kota serta ibukota paling besar negaranya.
